Terminologi di atas adalah istilah yang muncul dari para sahabat yang saya temui di Twitland, yaitu rekan-rekan gila nulis (meskipun kami bukan penulis prof. No, not yet!)
Budak pena. Konyol, sarkastis, namun benar adanya. Heran bagaimana deretan alfabet bisa memperbudak kami, hingga menulis menjadi sebuah obsesi. Bayangkan jam-jam tidur yang hilang demi menyelesaikan naskah di laptop (yang entah untuk konsumsi sendiri, atau bisa dipublish). WE DON'T CARE! Selama ada kebahagiaan menulis, di situlah kami bertahan.
Sadis? Yep. Benar-benar gila ya?
Untuk merekalah BLOG ini saya dedikasikan. Untuk para sahabat di Plotpoint, Writingsession, para Ghostwriter yang kelak akan menjadi penulis beneran. Juga untuk para penulis profesional yang sudah bersedia "diganggu" dengan pertanyaan-pertanyaan konyol kami, para writer to be.
Salam dari Dunia Utopia...
@MikaylaFernanda
Budak pena. Konyol, sarkastis, namun benar adanya. Heran bagaimana deretan alfabet bisa memperbudak kami, hingga menulis menjadi sebuah obsesi. Bayangkan jam-jam tidur yang hilang demi menyelesaikan naskah di laptop (yang entah untuk konsumsi sendiri, atau bisa dipublish). WE DON'T CARE! Selama ada kebahagiaan menulis, di situlah kami bertahan.
Sadis? Yep. Benar-benar gila ya?
Untuk merekalah BLOG ini saya dedikasikan. Untuk para sahabat di Plotpoint, Writingsession, para Ghostwriter yang kelak akan menjadi penulis beneran. Juga untuk para penulis profesional yang sudah bersedia "diganggu" dengan pertanyaan-pertanyaan konyol kami, para writer to be.
Salam dari Dunia Utopia...
@MikaylaFernanda

Komentar
Posting Komentar