CHAPTER BARU : MENULIS CERPEN


Chapter baru dari karir penulisan saya, yaitu menulis cerpen (yeaay!)

Untuk rekan-rekan yang ingin belajar menulis, disarankan banget untuk tidak ragu-ragu mengambil kursus online menulis. Beneran deh. Banyak banget yang bisa dipelajari, dan kita juga akan ketemu rekan-rekan penggila alfabet (gila nulis maksudnya hahaha...)

Ternyata menulis cerpen itu.... SUSAH!

Dalam 1400-1600 kata harus bisa menggambarkan alur cerita, alur emosi, plus deskripsi yang "cukup".

Kenapa saya bilang cukup? Dalam novel, kita bisa berbla-bla-bla di deskripsi, dialog dan lainnya. Kita bisa menghabiskan satu paragraf untuk bercerita tentang setting bahwa langit memerah, matahari mau nongol di balik awan, hujan rintik, angin berhembus dsb dsb. Dialog ping-pong antara satu tokoh ke yang lain juga sesuatu yang wajar.

Di cerpen, nggak bisa banyak-banyak cerita. intinya harus singkat, jelas, padat. yang nggak perlu-perlu harus dibuang.

Saya nggak sengaja buka satu blog (lupa tapi yg mana). di Blog itu ada screen capture dari Twitternya Anwar Fuadi, penulis bestseller. Nggak perlu diragukan lagi kualitas tulisan beliau.

Di salah satu twit itu, Mas Fuadi bilang : "Sedang belajar membuat cerpen."

Saya langsung meng-iya-kan dalam hati. Memang menulis cerpen butuh teknik sendiri, dan itu tidak mudah! Buat saya, lebih lancar menulis artikel daripada cerpen. Untuk artikel, asal datanya jelas, riset lengkap, saya bisa mennyelesaikannya dalam waktu sehari.

Tapi untuk cerpen...Astaga! Tugas kelas saja sampai seminggu baru beres! *garuk kepala *membungkuk hormat ke Mas Eka Kurniawan, guru saya yang sudah memaklumi murid bandel ini...

Semangat ya buat teman-teman semua! Kita sama-sama belajar dan sama-sama bertumbuh :-)

Komentar