HIDUP NGGAK SEMUDAH BERLARI KE GARIS FINISH

Hari ini saya berpikir sesuatu yang agak ridiculous...

Andai saya bisa kembali single lagi, lalu me-rewind episode hidup saya ke sembilan tahun yang lalu ketika baru lulus kuliah dan tinggal di Sydney, tentu semua akan lebih simple. Saya hidup sendirian di apartemen merah meriah di kawasan Kingsford seharga AU$ 300 seminggu. Masih ada spare uang lebih dari cukup untuk jalan-jalan dan have fun bersama teman-teman tiap weekend. Nggak usah pusing urusan beres-beres rumah (karena toh isinya cuma saya), nggak usah pusing ngurusin masak apa untuk anak-anak dan suami, nggak usah mabuk mikirin ART yang berantem dengan tukang cuci, bla-bla-bla...

Pokoknya hidup berbalik jadi simple lagi. Cuma saya dan pekerjaan "nine to five", habis itu pulang dan beres-beres sebentar sambil nonton Australian Idol atau acara televisi lainnya. Masak yang ringkes untuk diri sendiri, kemudian tidur.  Mungkin jika hidup itu yang saya pilih, saya lebih fokus di karir dan sekarang sudah jadi top manager... dan banyak deh pokoknya hal-hal lain yang "mungkin" terjadi.

Tapi sayangnya hidup nggak seperti atlit lari yang "cuma" berfokus ke garis finish. Hidup itu banyak aspek, semua ada target masing-masing. Siapa sih yang mau jadi Senior VP yang hidup menjomblo di usia 50an, dan gonta-ganti gandengan? Tentu semua orang mau hidup seimbang antara karir, keluarga, kebahagiaan pribadi.

Mau sukses tapi cerai melulu? Sir Anthony Hopkins, aktor kawakan (dan favorite saya, hihihi...) sampai cerai dua kali. Gonta-ganti pacar sejuta kali. Sewaktu memerankan tokoh presiden Amerika di film Nixon (tahun 1995), dia menerima komentar yang lumayan menusuk dari sutradara Oliver Stone : "Dia seorang penyendiri. Dia mengisolasi dirinya dari orang-orang."

Seorang aktor terkenal, gonta-ganti pacar, tukang pesta, tapi kesepian? Paradoks yang mengagumkan, bukan?

Andai hidup cuma punya satu target... maukah anda menjalaninya? Atau anda akan membuat hidup menjadi satu target saja, dan menghapus target-target lainnya?

Just a thought from me :-)

***

Komentar