Hari ini gue dan Ida mengadakan kuis di twitter. Simple sebenernya : mengundang para tweeps untuk menulis email penyemangat buat *uhuk* daku dan Ida yang sudah mulai ngibrit untuk memenuhi deadline naskah akhir tahun.
Dan beberapa email yang masuk bikin gue pengin nangis... Sumpah!
Anyway, busway... Gue mulai mengingat-ngingat dulu pernah nggak sih ketar-ketir kayak gini?
Jawabannya : PERNAH. Pakai banget banget banget.
Tahun 2011, gue dan Ida ikut kelas novel bareng-bareng dan kita dipaksa (bener-bener dipaksa) untuk menyelesaikan dua sampai tiga tugas penulisan seminggu. That is approx 15-20 lembar yang kita tulis, sodara-sodara! Nggak termasuk ada tugas baca satu novel tebel dan nulis review.
Again, panic attack dikejar deadline penulisan terulang kembali waktu nulis "Hujan dan Pelangi". Deadline mepet, dan gue pake cuti lahiran segala. Setengah memaksakan diri, gue mulai menulis waktu anak gue umur lima hari. Yep, baby lima hari gue udah mulai pegang laptop lagi.
Kasus terkilat adalah : Nulis dua bab terakhir di Hujan dan Pelangi yang gue kerjakan dalam waktu dua hari saja! Hohoho!
So... Dengan seluruh jagad raya twitter nyorakin semangat, mosok sih naskah gila ini nggak bisa kelar by end of the year??
Bisa dong ya? Bisa! Bisa! Bisa!
Hiduupppp cemunguuudhhh!!!
Dan beberapa email yang masuk bikin gue pengin nangis... Sumpah!
Anyway, busway... Gue mulai mengingat-ngingat dulu pernah nggak sih ketar-ketir kayak gini?
Jawabannya : PERNAH. Pakai banget banget banget.
Tahun 2011, gue dan Ida ikut kelas novel bareng-bareng dan kita dipaksa (bener-bener dipaksa) untuk menyelesaikan dua sampai tiga tugas penulisan seminggu. That is approx 15-20 lembar yang kita tulis, sodara-sodara! Nggak termasuk ada tugas baca satu novel tebel dan nulis review.
Again, panic attack dikejar deadline penulisan terulang kembali waktu nulis "Hujan dan Pelangi". Deadline mepet, dan gue pake cuti lahiran segala. Setengah memaksakan diri, gue mulai menulis waktu anak gue umur lima hari. Yep, baby lima hari gue udah mulai pegang laptop lagi.
Kasus terkilat adalah : Nulis dua bab terakhir di Hujan dan Pelangi yang gue kerjakan dalam waktu dua hari saja! Hohoho!
So... Dengan seluruh jagad raya twitter nyorakin semangat, mosok sih naskah gila ini nggak bisa kelar by end of the year??
Bisa dong ya? Bisa! Bisa! Bisa!
Hiduupppp cemunguuudhhh!!!
Cemunguuuudddh!! :))
BalasHapusThanks, Vira :) Doain kelar beneran ya!
Hapus