Final Goodbye


Ada kalanya kita harus mengatakan selamat tinggal, namun kita tidak sanggup.

Hari ini adalah hari itu....

Saya ingat waktu kecil, saya selalu menangis ketika harus pulang dari rumah Oma. Entah kenapa. Apakah karena sejak orok, saya dan orang tua tinggal di tempat beliau? Umur saya delapan tahun ketika orang tua baru diberkati Tuhan memiliki rumah sendiri. Dan sejak itu saya ingat kita rutin mengunjungi rumah Oma, yang ndilalah malah pindah ke Jakarta Barat.

Dan... Everytime I have to leave her, I cried.

Kali ini saya dan keluarga ada di iring-iringan mobil untuk mengantar beliau ke tempat peristirahatan terakhir. Di mobil saja, batin saya sudah bilang nggak sanggup.

Have you ever love someone so bad... that you cannot let go?

I have. I am now.

Love you, Oma. Goodbye.

Komentar


  1. Wow Ndri. She must be wow. I respect her from your story.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oma adalah panutan kami, para cucu. Kalimat apapun yang kutulis tidak akan cukup menggambarkan kehebatan beliau...

      Terima kasih sudah baca ya. :)

      Hapus

Posting Komentar