Dear Rosa,
Usiamu belum sepuluh tahun. Dunia menerpamu tanpa ampun. Para bully mengerjaimu. Guru melabel dirimu sebagai pribadi bermasalah. Di masa kelam ini, aku tahu begitu sering kau berusaha untuk mengakhiri hidupmu.
Nak, tidak ada seorang pun di dalam hidupnya mengalami perjalanan lurus dan lancar. Badai kehidupan mengombang-ambingkan setiap pribadi hingga terluka dan terkoyak.
Namun di balik semua hempasan dan hantaman, yakinlah satu hal. Semua akan berlalu. Badai akan reda dan matahari akan muncul. Tidak lama lagi, kau akan bisa berdiri tegak menentang dermaga, menatap fajar yang cerah.
Berhentilah menghakimi dirimu sendiri. Berhenti memberikan standard penilaian menurut guru, orang tua atau teman-temanmu, dan mulailah menjadi dirimu sendiri. Biasakanlah diri, karena seperti orang lain, kamu tidak sempurna.
Apapun itu, semoga kali ini adalah terakhir kalinya kamu terbaring di ranjang rumah sakit ini. Semoga ini terakhir kalinya mereka memompa isi perutmu, untuk mengeluarkan semua obat-obatan itu dari tubuhmu.
Kau bukan pecundang, Nak. Suatu saat nanti kau akan jadi seseorang penting, yang datang ke kantor di bilangan CBD dengan berpakaian perlente. Kau akan menjadi seorang yang dihormati di masyarakat. Kau akan memiliki keluarga yang mencintaimu, seorang suami yang bertanggung jawab dan anak-anak yang manis.
Kau belum mengenal aku, tapi aku mengenalmu bahkan lebih dari kau mengenal dirimu sendiri. Dan kali ini, seiring aku mengirim surat ini dan berharap kau membacanya sampai habis, aku minta kau percaya padaku. Teruslah berjuang! Hidupmu akan menjadi berarti seiring dengan waktu berjalan. Percayalah padaku. Tempaan hidup akan mengasahmu menjadi pribadi yang tangguh.
Jangan menyerah, Rosa. Semua akan indah pada waktunya!
From your old self,
Rosalina Sandjaya
40 years old.

Komentar
Posting Komentar